Meraup Cinta mereka
Kuotak-atik pengait sepatuku yg mulai goyang….
Aaah… memang saatnya harus ke bengkel sepatu…..
kuingat satu nama petugas bengkel… “darling narto”
Kupencet satu nomor …nat-nitu-nut… tuuuuuuuuut…tuuut hehe nyambung neh….
“Halooow…darling narto ?? sibuk kah ? mau donk diservis..hehe
Sabtu ya jam 10 otre… iya siplah… mpe ktemu yeeee.”
Sabtu 20 Maret 2009
Segera kubergegas pagi-pagi teringat janji dibengkel sepatu jam 10 hari ini. Yaaah… akhirnya pengait sepatuku lepas seperti yg sudah diperkirakan sebelum sempat ke bengkel.
Sampailah di depan bengkel kurang lebih jam 11.00 terlambat 1 jam menunggu tukang ojek langgananku yg sabtu itu rupanya sedang jauh dari lokasi rumah.
Kududuk dikursi tunggu samping kolam renang dilokasi sebuah sekolah panti. Disamping kursi tunggu bertemu kembali dengan 2 orang temanku : DONI dan NITI…. Mereka sedang berjualan aksesoris. Doni berjualan permen lollipop, korek api gas, gantungan handphone, gantungan kunci berinisial abjad, sementara Niti berjualan aksesoris perempuan mulai dari ikat rambut, bando, gantungan kunci naruto, makanan cemilan, sarung handphone buatan sendiri dari batik. Wah cukup penuh semuanya dihamparkan diatas meja.
“Haiiii darling I lop u…. apa kbr…woow minumnya siapa ini mau doonk…” kulihat sirup orange menyegarkan dahaga diatas meja Niti. Cuek beibeh yg ditanya.
“Kak… lama ga kesini?, Doni menyapaku. Iya don, mo kebengkel neh. Beralih lagi kugoda Niti…Wadow bandonya baguss buangeet berapa neh harganya? “. Cuek beibeh.
“Kucewa..aaqyu, nitipun akhirnya bersuara. Ditelpon ga diangkat-angkat. Hohoho..ya ampyun rupanya telepon 2 minggu lalu saat sedang sibuk kerja bakti kamarku yang aburadul.
“cemilannya diambil 2 bungkus yah.., mmm kok rasanya apek neh.. beli dimana neh..??
huuuuuuu, kakak sih ditelepon ga diangkat, mo titip beli makanan dan beli aksesori, saut Niti.
Jadiii ?? beli ke siapa?
Ke tante Ega…”. Niti menyebut nama pengasuh mereka di panti.
Oooo…begitu, Niti pun terus nyerocos ga berenti wlopun dengan kalimat terbata-batanya mempermasalahkan telepon yang tidak diangkat. Heuk-heuk… duh daku jadi merasa bersalaaah bangeeet. Aku hanya terdiam sambil kupencet nomor darling narto.
“Halooow darling narto,… aqyu ada disamping kolam renang neh”, ditunggu ya…”.
Sementara menunggu hasil reparasi sepatu bututku yg perlu ditambal sana sini, akhirnya lebih banyak mengobrol dengan mereka, adik-adiku tercinta yg lama sekali tak kukunjungi. Rupanya mreka sekarang berjualan aksesoris di pintu bengkel, para pengunjung yang datang ke bengkel melewati mreka dan saya takjub dengan keberanian mreka menawarkan dagangannya, tidak malu-malu seperti dulu. Masya Allah. Dan akupun didapuk untuk membantu mreka menawarkan dagangannya…
“Pak.. Ibu… beli mampir…! Oiya nanti ya pulangnya…”, seorang bapak yang ditawarkan tiba-tiba menyelipkan selembar uang warna ungu ditangan mereka tanpa membeli apa-apa.
“Waah … asiiik ya jualan disini banyak barokahnya..hehehe, akupun menyeletuk. Mereka tersenyum lebar sambil memasukan uangnya ke tasnya masing-masing. Ampyun deh mreka siap banget sampai punya tas dan uang kembaliannya. Akhirnya aku jadi memperhatikan apa saja yang mreka kerjakan, aduh terharu deh aaah.
“Kak… kapan undangannya ? tiba-tiba Doni memecah lamunanku,
iya ditunggu aja ya don, Insya Allah.
Kak.. orangnya harus yang benar-benar sayang kakak ya.. yang bisa menerima kakak apa adanya.” Uupss hatiku langsung melangut… maknyuuss .., besar sekali perhatian mereka untukku.
“ Don, makasih ya…, Insya Allah bulan depan dia ke Jakarta, nanti kakak ajak kenalan dengan kalian ya”.
Kak.. hari Senin bisa datang lagi? Niti pun tiba-tiba bicara serius tapi pelan takut-takut.
Senin?? Ngg… tanggal berapa ya ?
Ada apa sih ?? Mo traktir ya??
Ulang taon kak..!, sahut Doni.
Ohya?? Sahutku,
yaiyalah datang…!!
Mo dibawain apa? Sate Santa ya yang uenak kesukaan kalian ? gimana mau ??
Niti malu-malu menjawab… iyaaa terseraah kakak.
Doni sambil membereskan meja yg kadang-kadang kusut tersenggol goyangan tangannya menyahut lagi,…Nit, ulang tahun seadanya uang. Ada kak Iin…yang sudah dianggap Ibu dan Kakak sendiri terus terang aja kalau kehadiran kak Iin memang ditunggu, nanti kak Iin yang mimpin doa.
Ufffffh…kebat kebit hatiku mendengar ucapan doni yg tulus nan sederhana untuk sahabatnya Niti, dan telak mengena hatiku yg lama hampir 6 bulan terakhir kurang memperhatikan mereka jarang berkunjung seperti dulu tiap pekan sepulang kantor.
“Insya Allah kak Iin datang,…
Iya nanti kita adakan selamatan sederhana aja…
Kita nanti berdoa bersama-sama kemudian kita serbu makan malamnya…”
Kucoba berusaha seceria mungkin padahal suaraku sudah tercekat ditenggorokan saking terharunya.
Aah kakak bohong ntar Senin ga datang.., niti pun menyela ucapanku.
Insya Allah datang, doakan kaka sehat, doakan diberikan rizki jadi pulang kantor bisa ke pasar santa beli makan malam kalian…., kucoba menghibur kegundahan Niti.
Niti pun tersenyum dan tak lama “darling narto”pun datang membawa sepatuku yang telah diperbaiki.
Jam 3 siang mreka selesai berjualan. Dan akupun kembali ke rumah dengan kepalaku dipenuhi dengan kenangan-kenangan perhatian dan ketulusan mereka.
Minggu, 22 Maret 2009
Hari ini aku masih terngiang-ngiang dengan ucapan doni…
Nit, ulang tahun seadanya uang. Ada kak Iin…yang sudah dianggap Ibu dan Kakak sendiri terus terang aja kalau kehadiran kak Iin memang ditunggu, nanti kak Iin yang mimpin doa.
Kujadi teringat sebuah film Forrest Gump, ketika sang bunda berkata little Forrest :
Mrs. Gump: Remember what I told you, Forrest. You’re no different than anybody else is. Did you hear what I said, Forrest? You’re the same as everybody else. You are no different.
Principal: Your boy’s… different, Miz Gump. His IQ’s 75.
Aah Forrest Gump mampu melewati hidupnya dan menjadi kebanggaan negaranya, menjadi sosok yg tepat disaat yang tepat tanpa disadari. Adik-adiku ini barangkali tidak bisa menjadi Forrest Gump yang mampu berlari dengan cepat mempunyai prestasi yg membawa harum negaranya. Mereka seumur hidup harus berada di kursi roda, terkena cerebral palsy.
Doni dan Niti adalah kebanggaanku..
Mampu berjualan dengan semua kelebihannya…
Mereka tidak pernah meminta-minta kepada sekitarnya..
Mereka berusaha mandiri dengan jerih payah sendiri..
Mereka tidak perlu menjadi pahlawan bagi Negara ini…
Tapi mereka sudah menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri..
Subhanallah-Alhamdulillah-Astaghfirullah, Hadzimin Fadli Robbi.
Sungguh sebuah nikmat yang hampir terlewati…
Sungguh sebuah nikmat yang hampir kusia-siakan…
Sungguh sebuah nikmat ketika kuberada ditengah mereka…
Sungguh sebuh nikmat ketika diriku menjadi bagian dari mereka..
Sungguh Cinta mereka untukku….
Senin, 23 Maret 2009
Kutulis kisah adik-adikku hari ini…
Kuakan datang di hari bahagianya..
Kuakan buktikan…
Dan…
Kuakan terus Meraup Cinta mereka untukku…
=====================
Kuningan Barat, Senin- 23 Maret 2009/26 Mulud 1430H
Tulisan ini Untuk yang teristimewa Doni, Niti, Cica yg selalu memberikan Inspirasi dlm hidupku.. :)
Filed under Tak Berkategori | Comments (9)
Halo dunia!
Halooo Dunia…
Setelah lama akhirnya bisa lagi mendunia hehehe
Gara-gara detik mengadakan lomba menulis, akhirnya punya blog juga
sekadar mengasah kembali kelihayan jari-jari dikeyboard
Salam mendunia
-i2n-
Filed under Tak Berkategori | Comment (1)